Senin, 14 Januari 2013 | By: Daniel Simanullang

Konsep Langit dalam Mitos Batak Toba

Dalam mitos Batak Toba, Debata Mulajadi Na Bolon yang menciptakan alam semesta dengan
 tujuh lapis langis  Ketujuhlapis  langit tersebut adalah tempat  berbagai hal yang bersifat supranatural dan tempat dia berdiam diri adalah langit ke tujuh.
Berikut karakteristik dari ketujuh langit yang menjadi mitos suku Batak TOba.
 Dalam mitos yang berkembang di kalangan dukun (datu) atau juga aliran parmalim mengatakan bahwa Debata Mula jadi Na Bolon
menciptakan ketujuh langit itu hanya melalui ucapannya saja.
Para datu suku Batak Toba Mengatakan bahwa Debata merupakan sebuah entitas yang terdiri dari tiga unsur.
1. Debata mulamula
2. Debata Mulajadi
3. Daompung Debata

Ketiga entitas inilah yang mengajarkan manusia bagaimana belajar dan juga berbicara mengenai berbagai hal yang ada di alam semesta.
Langit Pertama.
Langit ini merupakan tempat berdiamnnya arwah orang-orang yang melakukan hal yang bertentangan dengan hal yang seharusnya.
Tempat ini sudah disediakan oleh Debata sebelum manusia ada di muka bumi.
Setiap orang yang melakukan hal yang bertentangan dengan hal hal yang seharusnya ( contoh jangan korupsi, tapi tindaknnya korupsi) maka orang terserbut akan ditempatkan
dengan arwah dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.
Langit Kedua
Tempat para pencuri. Di tempat ini arwahnya akan memegang sepanjang masa apa yang dicurinya. semakin besar  apa yang dicurinya selama hidup, semakin besar juga beban yang harus dipanggulnya. dan itu akan membuat orang-orang tersebut menderita karena harus menahan beban yang sangat berat sepanjang masa.
Langit ketiga
setiap orang yang suka menghasut ketika hidup akan ditempatkan di tempat ini. Lidahnya akan dibuat panjang  dari 10 meter samapai dengan 100 meter maka jalannya akan terseret seret dalam berjalan.
langit keempat
tempat para orang yang suka membuat keribuatn dan suka ingkar janji. Orang yang memiliki hutang dan tidak membayarnya.Golongan ini  akan selalu diceramahi dengan pertanyaan " kapan kamu bayar hutangmu?" secara terus menerus.
Disini juga arwah orang yang bunuh diri ditempatkan, namun arwah tersebut dikurung dalam sangkar besi. Oleh karena itu, dalam kepercayaan suku Batak Toba arwah orang yang bunuh diri tidak bisa merasuki orang-orang yang masih hidup.
Langit kelima
Tempat dari orang yang selalu tulus membantu orang miskin dalam penderitaan. Arwah orang yang tulus ini akan ditempatkan di suatu wilayah yang sangat menyenangkan dan hasil yang ia tanam selama hidup akan dituai di sini berlipat-lipat. dari tempat inilah dipercayai timbul suatu kebijakan lokal dalam orang Btak mengenai "apa yang kita semai, itu yang kita tuai.".
Langit keenam
Tempat manusia dipersiapkan oleh Debata sebelum disemaikan ke bumi. Segala suratan hidup dan juga nasib diatur di sini. Namun benih manusia bisa menyampaikan keinginannya untuk segera disemai ke bumi jika memang ingin secepatnya merasakan kefanaan.
langit ketujuh
Adalah tempat Debata bertahta dan segala mahkluk langit seperti Untung-untung nabolon, manuk manuk halimbujati, atau leang-leang mandi dan juga manusia yang diberi pahala baik karena melakukan hal yang baik selam hidup.

0 komentar:

Poskan Komentar